Catatan

Mario Teguh
Engkau yang hatinya terlantar,

Sini, duduklah dekat-dekat denganku.

Sesungguhnya kesedihanmu itu
mengait erat ke dinding hatimu
karena engkau mengira
ada jarak pemisah antaramu dengan Tuhanmu.

Sama sekali tak ada yang bisa kau lakukan
untuk menjauhi atau menjauhkan Tuhan.

Jika engkau dekat, Dia dekat.
Jika engkau jauh, Dia tetap dekat.

Engkau kekasih Tuhan,
sebagaimana Tuhan adalah kekasih hatimu.

Bagi-Nya, air matamu adalah doamu yang tulus,
yang menjadi sebab bagi penyelamatanmu.

Aamiin

Miss My Damai Family

Ya saya tahu, saya bukan anak kecil lagi, justru bisa dibilang dewasa dari angka umur yang bisa dihitung dan terlihat.

Ternyata memang hidup itu seperti ini ya, dengan sangat sadar dan menyadari. Tidak ada yang salah dan kesalahan itu tidak perlu dicari siapa yang salah, cukup diterima takdir yang sudah terjadi.

Ya i miss my family before, saya tidak tahu sebenarnya kenapa cerita dari keluarga kami menjadi seperti ini.

Saya hanya bisa berkata saya rindu keluarga saya seutuhnya. No more words i can say.

Teringat

Entah hari tanggal berapa dia pergi, aku benar-benar tidak ingat sama sekali… Ya Tuhan sebegitunyakah saya ini sampe-sampe tidak bisa mengingat kepergiannya… Oh egois egois kenapa kamu selalu ada disisiku dan selalu menguasaiku ??? kenapa ??? aku benar-benar menyesal atas hidup sebelum menulis ini dan jauh sebelum mengenal tulisan ini. Aku teringat semuanya detik ini, ingat betul dengan perkataan dan ucapan orang-orang yang mendengarkan suara hatinya… Tuhan maafkan hamba-Mu ini, maaf… benar-benar maafkan Tuhan…

Saat itu kami benar-benar dipuncak egois, nol tentang arti hidup, akal dan hati nurani sepertinya mati tak memiliki mata. Kematian pertama tak jua membukakannnya, kematian kedua menyadarkan, tapi semua terasa hilang, tanpa arah tujuan yang jelas, mencari dan mencari yang dilakukan hingga detik ini…

Janganlah sampai kematian ketiga datang, baru menyadari lagi… tidak, sebelum semua itu terjadi, harus ada perubahan dan tindakan …

Membuang semua egois, sadar dengan tindakan dan ucapan.

Family where are you.

Harapan Baru

Sudah lama tidak menulis disini, sekarang kembali menulis disini, dengan harapan baru. Harapan hidup baru dengan berbekal pengalaman, ilmu dan materi yang ada. Pertama tama berucap syukur atas itu semua, Tuhan memang benar adanya semua yang diciptakan di bumi adalah ayat-ayat-Nya yang diperuntukkan untuk ciptaan-Nya. Manusia sombong atau mungkin sedang lupa saja untuk bisa menyadarinya. Manusia yang sadar akan dirinya manusia tidak butuh dunia, tapi butuh kalam. Apa itu sedih, senang, sabar, ikhlas dstnya tidak ada. Manusia berkata sulit, karena memiliki ilmu.

Harapan baru untuk melanjutkan kehidupan yang memang masih diberi waktu untuk melanjutkan hidup.

Bismillah …. :)

No Subjek

Manusia diberi kelebihan untuk selalu berfikir dan berfikir dalam menjalani kehidupannya dibumi ini, harus dengan sadar dalam melakukan apa yang dikerjakan dan diucapkan. Kali ini benar-benar saya baru sangat menyadarinya. Selama ini hidup tanpa target, tanpa arah, tanpa bimbingan yang jelas. Dalam hal ini diri sendirilah penentu dari hidupnya, lingkungan, keluarga, orang-orang sekitar hanyalah faktornya saja.

Tapi memang tidak mudah bagi seorang seperti saya ini, berdiri sendiri tanpa bimbingan, dorongan, pengaruh dari pihak orang laen, sekuat tenaga berusaha melepas semua itu agar mampu berdiri sendiri hasilnya jauh dari harapan, tapi bagaimanapun tidak akan bisa menyalahkan apapun.

Bersyukur saja dengan yang ada baik, berupa materi dan non materi. Alhamdulillah …. atas kesadaran didetik ini.

semuanya datang satu persatu

Semuanya datang satu persatu, hanya lewat tulisan ini aku bisa berteman dan berkawan sambil mata terus mengeluarkan air.

Saya sedih mendengar, melihat dan merasakan semuanya… Dan sayapun juga bersyukur atas semuanya, memang beginilah hidup. Hanya saya saja yang terlambat memahami arti hidup yang sesungguhnya.

Terima kasih Tuhan atas pemberitahuannya ini… Terima kasih… Karena Engkaulah Maha segalanya…

ala kadar

Hanya ala kadarnya, dari pada bengong nunggu in bus datang masuk terminal ya lebih enak tulis menulis disini.

Perut sih lapar tapi ga berani bergerak kemana mana sebelum bus yang mengangkutku ke kampung datang. Fyih… Berasa puasa kalo kayak gini :d

Buruan datang dong bus…. Lapar….