Hari Ini

Diawal hari, aku cukup repot dan merasa hatiku tidak akan senang, tapi apa yang sudah menjadi rencanaku harus tetap dijalani. Pertama-tama buat kopi sama mie goreng sedap trus dimakan, emmm enak …. disela sela menikmati santapan mie goreng sedap muncullah bapakku dari pintu depan dengan ocehan yang menurut aku tidak penting, ” ini susu kadalnya ( maksudnya expired date, kadal kependekan dari kadaluarsa) jauh banget, biasanya kan hanya 1 minggu ato 5 hari” kemudian aku jawab sekenanya ” ya itu beda….. tapi sama aja kok ” dengan keras kepalanya dan seperti biasa tidak pernah percaya dengan aku dia jawab lagi sambil membuka pintu kulkas mencari sisa susu yang biasa dia beli dan menemukannya “aku tu ga boleh minum minuman dan makan makanan yang mengandung banyak bahan pengawetnya” dalam hati aku berkata ” ya aku tau semua orangpun juga ga mau, tapi masalah susu itu ga masalahlah ….., lagian sapa suruh beli susu itu, kan yang beli dia sendiri ” tapi tak apalah pikirku menghadapi orang tua itu memang mesti sabar seperti itu, lagian inilah saatnya aku melakukan sesuatu yang baik buat orang tua sebelum semuanya terlambat. Gangguan makan mie sedapku belum sampai disitu, muncullah ocehan berikutnya dan yang ini bikin aku benar-benar bikin selera makanku lenyap, ” apa ini, kyk ada bau plastik terbakar ” akhirnya aku juga ikut mengendus endus mencari kebenaran dari ucapan bapakku ini, tapi aku tidak membau apa-apa. Bapakku berkata lagi ” ow …. bau plastik terbakar ini asalnya dari mie goreng sedap ini tho…. ” dalam hatiku aku jengkel sekali dan ini benar-benar bikin mood seleraku makan mie sedapku hilang hilang hilang. Memang bapakku paling tidak suka dengan mie instan apapun mereknya, dan juga produk-produk instan lainnya. Hal ini memang benar adanya, tapi bukan seperti ini caranya. Aku sudah besar cukup dikasih tau sekali ya pasti sudah dengar, tidak perlu disindir, tidak perlu dibahas lagi, yang ada justru kesel, jengkel dan menyebabkan selera makan hilang. Kemudian aku teringat pepatah, kalau makan harus dihabiskan sampai bersih, karena makanan yang kita makan adalah rezeki, jadi kita tidak tau rezeki kita ada dimakanan yang mana diantara makanan yang masuk kedalam perut kita. Akhirnya mie sedap yang tadi sempat aku taruh karena selera makannya hilang, aku ambil lagi kemudian aku ikhlaskan makanan itu masuk ke dalam mulut kemudian diteruskan ke dalam perutku. Aku bilang aku ikhlaskan dengan maksud, tindakan itu dalam arti umumnya sebenarnya terpaksa aku lakukan, tapi karena terpaksa itu merupakan hal yang tidak baik, jadi aku merubah keterpaksaan menjadi keikhlasan jadi memang tindakan itu ikhlas aku kerjakan. Kemudian gangguan ketiga muncul lagi, bapakku membawa soup kikil yang memang sedap baunya, rasanyapun aku yakin enak, karena ibuku yang membikin. Tapi saat aku disodorkan soup kikil itu aku juga tidak selera, karena ocehan-ocehan yang tak henti-henti tadi masih terasa dihati, dikepala disekujur tubuhku hehehehe …. itulah aku tidak mudah bersikap baik terhadap bapakku. Baiklah menyelesaikan makanku dengan baik dan segeralah aku melanjutkan rencana berikutnya, yaitu mencari kwitansi ato bukti pembelian sebuah item bagian dari komputerku yang dulu pernah aku beli disalah satu toko dirimo, aku tidak perlu menyebutkan nama toko itu walaupun aku kecewa dengan sistem yang mereka berikan terhadap pembeli khususnya terhadap aku. Pencarian tidak membuahkan hasil yang diharapkan, kwitansi yang aku maksud tidak ada dan aku lupa entah aku taruh dimana. Tujuan pencarian kwitansi itu, untuk menunjukkan tanggal pembelian barang yang telah rusak agar bisa diganti dengan yang baru atau istilahnya garansi. Karena tidak diketemukan pasrah dengan sikap si penjual komputer di Rimo di toko N. Hal inipun aku sempat bahas dengan orang spesialku yang tidak pernah menganggap aku spesial🙂 dan dia menyarankan untuk mengambil saja kompi itu dari toko N untuk dibawa ke temannya yang juga seorang ahli perkomputeran. Yup aku setuju, singkat cerita aku bersiap pergi untuk melaksanakan rencana berikutnya sesuai dengan saran si spesial, akhirnya kompiku di tangani dengan baik “mungkin” karena saat menulis ini sedang menggunakan kompi yang telah ditangani sekaligus untuk percobaan apakah masalahnya sudah teratasi ato ada tambah parah ato ada masalah laen ato baik-baik saja. Begitu sampe rumah kompi ini langsung aku taruh pada tempatnya dan aku pasang satu persatu kabel-kabelnya sepert biasanya. Mulailah perasaam kuwatir muncul, takut dengan hasilnya. Dengan berucap bismillahhiroqmaaniroqhim aku nyalakan tombol power dan nyala, alhamdulillahhirobbilalami. Tapi kok aneh…. kompinya tidak muncul suara apapun kecuali kletek kletek pelan sekali, kompiku terasa sunyi seperti tidak ada kehidupan🙂. Dari sini laporanlah ke si spesial lagi, tapi dia saranin untuk dicoba aja dulu, dan alhamdulillah aku bisa menulis ini sampe panjang lebar dan cukup lama juga aku makenya, hanya saja saat ini kompiku muncul suara, suara yang muncul justru aneh, seperti suara orang ngorok hehehehehe ….. waduh ada-ada saja masalah yang timbul dengan kompi ini, tapi aku berharap biarpun muncul suara orang ngorok ini, semoga tidak mengganggu aktifitas berkomputer ria terutama dengan berinternet. Ya sekali lagi aku masih berucap syukur dengan keadaan kompiku yang sekarang ini. Aku sangat berharap keadaan kompi yang begini ini dapat melancarkan semua rencanaku untuk menghasilkan uang terutama selain ajang silahturahmi dan komunikasih denga semua teman dan keluarga. Hari ini aku merasa mulai bisa bahagia lagi, semangat lagi untuk melancar rencana-rencana berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s