Minggu Pagi

Sebel, selalu saja mengganggu aktifitas sarapanku, pagi-pagi sudah enak-enak ga ada masalah, hati lagi so so, huh …: ( . Awal pembicaraan sih enak, ga ada masalah, menanyakan masalah tgl stnk masing-masing kendaraan, dengan senang hati aku ambil satu persatu dari tempatnya kemudian aku cek tglnya dan benar saja 2 stnk sepeda motorku harus disamsat bulan ini bahkan kalau bisa hari ini, tapi ga mungkin kan…. secara ini kan hari minggu. Ya mungkin besuklah baru bisa diurus. Setelah acara cek dan ricek stnk selesai mungkin sih dalam benaknya bapakku mau ngobrol-ngobrol dikitlah kan dah lama ga pernah ngobrol bareng karena aku merasa seperti itu, ngobrolan yang diangkat kali ini mengenai cctv yang mempunyai kegunaan untuk sistem keamanan. Wah aku langsung tertarik, dan karena beberapa hari yang lalu aku juga sempat melihat di stan salah satu telkomsel menjual produk semacam cctv nama babycam aku langsung lontarkan hal ini dalam obrolan itu, dan aku sebutkan sistem kerjanya baik kelemahannya atopun kelebihannya. Nah baru juga aku munculkan kelemahan-kelemahannya langsung dibantah dan bilang, “tidak sudah jangan pake yang itu, beli cctv yang biasa saja” spontan mendengar kata-kata itu hati dan pikiranku tidak terima, nah mulai dari sinilah masalah muncul buat aku. Sebenernya masalah ringan sepele, tapi buat aku menjadi masalah besar karena dalam benakku bapakku ini tidak pernah percaya sama aku, aku merasa apapun yang aku lakukan pasti tidak pernah benar, padahal dia kan belum tau penjelasanku lebih dalam. Hal semacam ini yang buat aku selalu berantem dengan bapakku. Sebenernya aku sangat ngerti sih harus bersikap gimana terhadap orang tua, tapi susah buat aku untuk mengalah sama dia. Bukan masalah kalah menang yang aku masalahkan, tapi cara menghargai orang laen saja. Kalau apapun yang aku lakukan dianggap tidak benar ato salah, trus dimana letak penghargaannya terhadap aku. Ya aku ngerti kalau dia ini sangat sayang sama anaknya, mungkin saat ini yang ada aku ya khususnya terhadap aku, tapi jangan berlebihan seperti itu. Aku akan selalu merasa kesel kalau dia tetap seperti itu, tidak bisa menghargai aku. Bener-bener menyebalkan. Tapi semoga aku diampuni dosaku karena telah melawan orang tua, ya aku hanya bisa minta maaf lewat tulisan ini yang tidak akan mungkin dia baca hehehehehe…. Biarlah, semoga akupun bisa menerima dan bisa menjadi manusia berjiwa besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s