Ketulusan Hati Manusia dan Hangatnya Keluarga

Pagi ini aku menjadi sedih sekaligus bahagia, aku chat dengan seoarang teman lama, temanku ini laki-laki sih tapi dia sudah beristri yang sedang mengandung anaknya 6 ato 7 bln gitu deh.. tapi aku berteman dengan dia sejak dia kuliah semester 3 kalo ga salah itu mungkin tahun 1999, wah kalo diitung-itung suah 10 thn, gila ternyata 10 thn waktu yg lama kalau ditulis dan diucap tapi kalo dijalani tidak terasa lama. Emm …. sudahlah, aku berucap sudahlah karena mengingat masa lalu yang senang tapi tidak enak dirasakan dimasa sekarang🙂 . Pertama seperti biasa chat say hello kalau ada bahan yang diobrolin ya diobrolin tapi kalau ga paling ledek ledekkan, atau kadang ya ga ngobrol sama sekali biarpun dalam keadaan on line. Kenal sudah cukup lama, otomatis sedikit banyak masing-masing dari kita mengetahui tentang gambaran keadaan keluarga kita masing-masing. Terutama aku, karena aku banyak sekali curhat dengan dia, dia sebenernya yang bisa membukakan pintu hatiku untuk bisa menerima istrinya bapakku saat itu aku menyebutnya tapi sekarang aku bisa menyebutnya itu ibuku🙂 dari segala macam masalah yang terjadi sama aku baik masalah kecil yang aku bikin besar atau memang masalah itu besar selalu bercerita ke dia. Lucu deh kalau mengingat tingkah lakuku saat itu, bukan berarti saat ini sudah aku juga tidak melakukan tingkah laku seperti itu, tetep masih hehehe… tapi kadarnya sudah berkurang dan diiringi atau diimbangi dengan kesadaran diri kalau usia ini sudah tidak usia yang masih bisa seperti itu, walaupun orang masih belum percaya akan ucapanku ini, sekali lagi aku tidak mempermasalahkan hal itu, biar saja, berjalan seenaknya🙂 . Tapi sebaliknya temenku ini hampir jarang curhat atau cerita ke aku, ya kalau misalnya aku tanya, ya dia emang biasa biasa saja ga ada masalah ga ada yang perlu diceritakan, yah jadi ga enak sini nerocos terus sedang dia diam aja, tapi hal itu sudah biasa pada akhirnya. Dan ya itu sampe sekarangpun masih seperti itu hehehe…. bener-bener ga enak ati aku ini, tapi itulah dia dan itulah aku. Kemudian dari sekian lama berteman dan mengobrol baru pagi ini aku tanya “keluargamu besar dan hangat ya…. ” kemudia jawabannya ” besar ga bisa itung jumlahnya” dalam bayanganku model keluarganya dia ini keluarga dengan anggota yang banyak tapi tetep harmonis, yang saling mendukung antara satu dan yang laennya, dengan hati yang tulus yang seperti pada umumnya keluarga besar. Seperti ini gambaran dalam bayanganku mengenai keluarga temenku ini 1. Ada bpk ibu dengan kakak2nya yang banyak yang sudah menikah kemudian mempunyai anak, jadi keramaian dirumah karena keributan suara-suara anak-anak dan kesibukan para istri-istri atau perempuannya dengan biasalah urusan keluarga ya belanja, mengurus anak-anak, memasak, bahkan urusan mendapatkan penghasilan sampingan karena suami bekerja, pekerjaan itu dikerjakan dirumah karena mungkin bisnis keluarga mungkin. Tapi tetap mereka melakukan aktifitas itu dilandasi dengan hati yang tulus tidak neko-neko, maksudnya ya sudahlah tidak memikirkan segala sesuatunya jelimet kayak aku🙂 . Dan keadaan keluarga itu berada di kota Jakarta yang terkenal segala macam masalah, hiruk pikuk dan dlll. Selain itu karena mereka keluarga besar yang tulus dan baik sehingga lingkungan sekitarpun menjadi baik sama keluarga ini. Acara keluarga rutin diadakan baik berupa arisan keluarga atau kegiatan-kegiatan laen yang bertujuan untuk mempertemukan keluarga besarnya tersebut. Hangat banget keluarga itu, aku haru membayangkannya, emmm… padahal aku ga tau keadaan yang sebenarnya seperti apa, makanya tadi aku juga menyuruh temenku ini untuk membuka blogku ini trus membacanya, jadi kalau ada yang salah bisa dibenerin.

Bayanganku untuk memiliki keluarga yang hangat tinggi sekali, sampai-sampai aku selalu meneteskan air mata kalau sudah menyangkut hal yang satu ini, Jujur aku sangat sangat kangen banget dengan keadaan hangatnya keluarga. Aku ga akan peduli dengan masalah apapun kalau aku berada dalam keluarga yang hangat. Masalah pasanganpun bukan jadi masalah buat aku, kalau sudah berada ditengah-tengah keluarga hangat. Jujur aku kangen banget dengan keluarga yang dulu, aku belum siap untuk tumbuh sendiri, aku belum siap untuk tumbuh dewasa, aku kangen, kangen dan kangen aku ga bisa harus mengutarakan ke siapa. Sekarang memang akulah orang yang bisa menciptakan keadaan keluargaku akan menjadi hangat atau tetap dingin-dingin saja seperti saat ini. Aku sumber dari segalanya, aku capek menanggung semua ini sendirian, aku tidak akan menyalahkan siapaun dan apapun, aku percaya hanya Allah tempat aku berlindung, berteduh, berkeluh kesah, Allah tolong baca blog saya ini, aku percaya Allah sayang sama aku🙂

Aku bagai anak ayam yang kehilangan induknya, sedang dimana-mana bahaya selalu saja mengancam dan mengintai. Tidak bagaimanapun aku bisa melewati dan menjalaninya dengan baik, bahkan baik sekali. Makasih teman, kamu selalu setia memperdulikan aku, biar itu hal kecil buatmu tapi hal besar buat aku. Terutama dipagi ini🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s