New Experience

Ya aku harus menulis disini lagi, kalau tidak bisa jadi penyakit😀

Pengalaman baru, pengalaman mempraktekkan teori yang telah lama dikantongi selama kurang lebih sudah 1 tahun yang lalu, ya pernah sih dipraktekkin tapi jarang2, ya kalau ada yang nemenin aja🙂 Sejak tgl 21 Juli 2009 kemaren, aku dipaksa, eh bukan ding tepatnya dikasih aturan untuk dikerjakan, nah aturan itu datangnya dari babeku, aturannya yaitu …. disuruh mraktekkan nyetir dengan ngaterin dan jemput babeku pergi dan pulang kerja. Aku pikir baguslah ga da salahnya, dan kayaknya aturan ini banyak untungnya, sekalian buktikan kalau aku ini anak yang berbakti😀 akhirnya baiklah … aku ikuti. Hari pertaman menjalankan aturan itu fuih …. kacau, pertama babeku cerewet buanget nget nget nget… tapi aku bisa tahan aku diaaaam saja, berlanjut hari kedua, ketiga, keempat, sampe hari ini tgl 30 juli 2009 yaitu hari ke 10 tingkat kecerewetannya makin berkurang, sampe dia sendiri menyadarinya atas kecerewetannya itu, tapi cara menyampaikan kesadarannya itu seperti biasa, sambil menyindir dan dibawa bercanda. Hal seperti itu sudah biasa buat aku, sudah makanan sehari hari, karena memang aku sendiri orangnya cukup bandel, tidak bisa dikasih tau atau dinasehati orang, bisanya nurut kalau sudah kengengkelan itu terbukti salah dan aku baru merasakan susahnya, sedihnya dan sengsaranya😀 baru percaya dan mengikuti nasehat atau petunjuk orang laen itu😀 . Tapi apa mau dikata, itulah aku, untuk berubah susah sekali, padahal berbagai macam cara sudah dilakukan, buat aku mungkin belum saatnya saja aku berubah heheheh…. * telat bo … * sutralah … yang penting saat ini aku bisa melakukan yang baik, pasrah, ikhlas dan sejenis itulah😀 . Kembali lagi ke pembahasan, memang kecerewetan bapakku sudah berkurang tapi ternyata dari pantauanku sendiri dan pantauan orang-orang yang semobil dengan aku, ketauan kalau diriku ini orangnya kaku, kurang peka perasaannya. Ini terlihat dari cara mengendarai mobil, kalau dbilang lancar, lancar.. kalau dibilang bisa, bisa… tapi cara satu per satu mengoperasikan alat-alat yang harus dijalankan, kasar hahahahaha…. akhirnya ini membuat mobil cepat rusak dan ditambah lagi kurang teliti.  Hari ini hari yang ke sepuluh yang seharusnya sudah lancar dan seharusnya tenang, eh malah sebaliknya,  tiba-tiba pas ditengah keramaian saat ganti perseneling eh mesin mati, distarter ga mau, sama sekali ga mau, kebayang dong dari belakang semua kendaraan pada ribu rame dengan suara klaksonnya masing-masing, waduh-waduh panik seketika, trus dibantu tukang parkir diminggirin, trus langsung bapakku sambil ngomel-ngomel nyalahin aku, karena dia berfikir kejadian ini pasti atas sikapku cara memperlakukan pengoperasian mobilnya kasar. Aku merasa bersalah, panik dan tanpa bunyi apapun aku ikutan mengecek apa sebenarnya yang terjadi sehingga mobil ini bisa tiba-tiba mancet seperti ini. Setalah cek dan ricek dengan dibantu ibuku, ternyata air didalam radiator mau karburator abis dan bocor. Kemudian ibuku dengna sigap langsung membeli air aqua nah disaat seperti inipun bapakku juga masih rajin mengomeli aku, tapi aku biarkan saja mungkin ini memang karena salahku. Semua air dimasukkan tapi tidak penuh-penuh ternyata ada kebocoran yang dikarenakan pipa saluran air yang menuju ke arah mesin mungkin lepas dari karburatornya, kemudian pak polisi lalu lintaspun datang untuk mengecek mengetahui apa yang terjadi dengan kami, karena keadaan kami yang berhenti dipinggir jalan ini rupanya membikin mancet jalan tersebut. Setelah pak polisi ini sedikit mengasih solusi yaitu mecarikan tempat parkir yang aman yang tidak mengganggu ketentraman pemakai jalan laennya, masalah mobil mancet ini bisa terselesaikan, yang lepas dipasang lagi dengan srupnya dikencangkan menggunakan obeng pinjaman dari toko elektronik yang berada tepat didepan mobil mancet ini diparkir, yang kurang air diisi air lagi. Setelah distarter, ternyata mau …. langsung dalam hati berucap Alhamdulillah … berulang ulang kali, sambil tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para orang-orang yang telah membantu hehehehe…. setelah itu mobil disetirin sama babeku sendiri sampe tempat tujuan. Sebenernya lokasi mobil mancet ini dengan lokasi tujuan tidak terlalu jauh sih, kurang lebih 3 kiloan, lokasi yang dituju ini dimana tempat babeku mengespresikan hobinya, kesenangannya yang bisa menghasilkan duit. Kenapa aku bilang seperti ini, karena ditempat ini babeku bisa mengeluarkan egonya yang sedikit melupakan anak istrinya😀 .

Setelah sampe tujuan, kondisi mobil sudah aman, kembali lagi aku yang menyetir, nah sejak itu aku mendapat pengalaman baru bagaimana cara menggunakan perasaan yang baik dan benar. Ternyata berkendara itu perlu menggunakan perasaan, tidak saja masalah fall in love saja😀 pantesan gagal mulu masalah yang satu itu, lawong mobil saja juga ikut ngambek😀 apalagi manusia hahahahahaha …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s