Logika vs Rasa

Ga pernah bisa sama, logika mengatakan jangan, sedang rasa megatakan iya, capek kalau harus berantem terus seperti ini😀 . Karena kondrat perempuan lebih dominan dengan rasa, maka tak pelak lagi rasa-lah yang menang saat ini. Rasa sebagai pemenang dan dia ga punya kawan untuk mendukungnya, kembali lagi rasa mulai goyah dan mundur perlahan-lahan mencari kawan sejatinya yaitu logika. Kembali dia menemui logika untuk berdiskusi dan mengkompromikan lagi. Karena memang saat ini, logikalah yang memang benar jadi rasa akhirnya mengikuti kata logika. Rasa tak berkutik dengan perkataan dan perintah logika, saat ini . Dan sampe kapanpun rasa akan mengikuti logika untuk masalah yang mereka sedang alami.

Logika vs Rasa, kenapa tidak Logika cs Rasa saja … ????? lega rasanya bisa mengeluarkannya disini, tentang berdebatan ini. Sebenarnya penting ga sih ini ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s