Catatan Pagi Ini

Tidak yang dihati sih untuk menulis dipagi kali ini. Hanya sekedar ingin nulis aja, kan lumayan sudah lama ga pernah corat coret disini. Tapi kok ada perasaan bimbang sedikit sih, entah itu mengenai pekerjaan yang sudah lama aku siapkan tapi belum aku kerjakan, atau mengenai manusia *orang yang terkasih*😀

Ya memang kamaren terjadi obrolan yang lumayan enak sih, tapi tetap hasilnya kurang memuaskan. Alah sudahlah kok dipikir, ya dijalani saja yang bisa dijalani.

Perasaanku memang timbul tenggelam seperti jalanan yang biasa ada di film-film kartun, mungkin film kartun Dora😀

Selamat pagi dunia, akan kusambut hari ini dengan pikiran dan perasaan yang positif. Apapun yang nanti akan terjadi aku akan tetap tersenyum, senyum untukmu dunia, tempat aku berpijak, bernafas dan bersedih.

Saat sahur tadi sempe melihat dan mendengar Bpk Qurois Shihab berceramah dan ada kalimat bahwa “hidup itu ujian” ya berarti detik demi detik dan seterusnya selama kita bernafas ini, kita selalu di uji, emmm… Ya Allah kenapa mesti begitu …. ??? ya ini juga yang menjadi bahasanku kemaren dengan bapakku😀 lumayan segar bahasan ini. Saat membahas tema ini, aku merasa seperti seekor itik yang sedang diajari berenang oleh sang induknya. Ya Allah mulai hari ini saya akan menurut dengan segala perintah dan aturan bapakku, aku telah lama melanggar aturannya dan omongannya. Alasan kenapa aku bisa melanggar selama itu, sepertinya banyak sebab, tapi ga tulis disini, karena terlalu banyaknya😀 Dan melalui pemikiran dan perenungan setiap saat setelah hampir selama 2 bulan ini kami sering bersama, ada beberapa pertimbangan buat aku bahwa tak selamanya bapakku ini salah. Beberapa pertimbangan itu yaitu :
1. Dia adalah orang tuaku, bagaimanapun juga hukum Al-Qur’an mewajibkan kita menghormati orang tua apapun bentuknya.
2. Dalam hati kecilnya dia, dia sangat sayang sekali dengan anak-anaknya, biarpun anak-anaknya suka menyakiti hatinya *biarpun sakit yg datangnya dari anak2nya,disebabkan juga karena kesalahan dia sebagai orang tua salah mendidik dan memberi contoh yang benar*
3. Dia masih bertanggung jawab atasku dan perhatian terhadapku pula, padahal diriku sudah segede gombreng *gombreng tak ada arti :D*
4. Dia sudah tua sekarang, dan matanya sudah tidak bisa melihat dengan jelas.

Aku akan mulai bersikap lunak, emmm…. orang terkasihkupun juga akan aku perlakukan yang sama, aku akan bersikap lunak, semoga memberi kebaikan buat semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s