Aku Ingin Pulang.

Memang tidak enak, menjadi seorang yang keras kepala dan susah untuk dikasih tau dengan pendapat orang laen. Merasa diri benar, merasa diri harus dihargai dan semua orang harus memperhatikannya. Ternyata hal semacam itulah yang membuat diri, menjadi tidak nyaman, tidak tentram dan selalu berfikir segala sesuatunya masih kurang, dan berakibat lupa dengan rasa syukur dengan apa yang telah dipunyai saat ini. Kalau istilah jawa nrimo, emmm… padahal aku orang jawa, yang terkenal dengan lemah lembut, sopan santun dan halus tutur katanya. Tapi yang terjadi dengan diri ini, jauh dari itu, biarpun ada beberapa hal yang ada, tapi mungkin presentasenya hanya 30% mungkin….

Rencana akan berangkat keluar rumah untuk mencari keperluan kosan, tapi entah kenapa aku harus menyalakan komputer dan menulis ini. Biarpun ini tidak bermanfaat untuk orang tua, agama, nusa dan bangsa, tapi ini bisa membuat lega sesaat😀 . Karena dengan alasan seperti penjelasan diatas, aku merasa seorang diri di bumi saat ini. Merasa orang-orang disekitarku tidak bisa diajak kerjasama, baik dalam mencari materi ataupun mencari ketenangan batin. Ketenangan batin disini yaitu tidak saling menjatuhkan, tapi harus saling mendukung. Kenyataan yang aku rasain, ingin merasa diri yang terhebat diantara kami. Aku bener-bener  memerlukan bantuan seorang yang bersih hati dan pikirannya dalam menemani, memotivasi, menasehati, dll yang masih dalam bidang kebatinan.. Saat ini seorang  yang memilik hati dan pikiran bersih masih dipegang oleh Bapakku sendiri hehehehe… tapi tetap sayang, kami susah untuk damai, selalu saja diawal komunikasi selalu saja diawali dengan berantem, padahal bisa jadi berantem itu karena bapakku memang hobi jarak *istilah jawanya* goda, biar yang diajak bicara kepancing marahnya. Nah ini yang paling aku tidak suka dari bapak. Ya jadi males berkomunikasi dengan dia.. Kalau sudah begini pasti aku teringat akan ibu kandungku, berfikir seandainya dia ada,  kalau ada situasi seperti ini pasti dia akan begini… dan keadaan akan menjadi begini… tapi sudahlah, yang tidak akan mungkin terjadi ya tidak mungkin dipaksakan pula. Anyway biarpun jasad sosok ibu kandung tidak ada, tapi ingatanku akan petuah dan pepatahnya selalu aku ingat, padahal aku ingat betul saat ibuku mengeluarkan petuah dan pepatahnya aku tanggepin dengan sambil lalu, seolah olah aku tidak peduli, tapi semua itu tercatat dalam ingatanku, hanya saja banyak dari petuah dan pepatah itu yang bisa aku laksanakan ato praktekkan😀 . Maklum aku emang bandel, merasa tidak ada yang mengawasi mejadikan aku seenaknya dalam menjalani kehidupan ini, kalau sudah seperti ini barulah sadar dan teringat semuanya. Rasanya aku ingin pulang, pulang kerumah yang hangat, bersih dan bergairah dalam menjalani kehidupan sehari hari. Jalan hidup orang itu memang berbeda-beda, tidak bisa dipaksakan satu orang terhadap orang laen harus sama, begitu pula hidup ibuku tidak dipaksakan untuk berumur panjang agar bisa menemani kita-kita sampe saat ini. Ya memang itulah jalan yang terbaik pilihan Yang Maha Kuasa atas ibuku. Aku disini hanya boleh mendoaakan dan mengigatnya hal-hal yang baik dan menjalankannya seharusnya. Aku yakin suatu saat nanti jika amalanku setara dengannya, aku pasti akan dipertemukan. Ada cerita hari kemaren, karena merasa mukaku ini terasa kotor sekali, iseng2 aku nyalon, kebetulan ada salon baru deket rumah, dan akhirnya aku mengambil sebuah paket dengan harga ya masih bisa terjangkau dengan isi dompetku yg aku bawa saat itu. Paketan itu terdiri dari facial, pedi meni dan creambath, pertama yang dikerjakan facial, nah saat facial otomatis muka yang dipegang dan dipijat-pijat, karena seperti itu mata harus ditutup, nah saat mata ditutup muka dipijat-pijat yang terbayang, seperti jari jemari ibuku yang memijat aku saat aku masih kecil dan jatuh sakit. Dulu saat aku masih kecil memang suka sakit-sakitan, dan penanganan pertama yang dilakukan oleh ibuku adalah pengobatan tradisional mulai dari minum jamu dan badan dipijat. Kemaren itu saat facial begitu jelas terasa seperti pijatan ibuku. Dan aku sangat tenang sekali, aku bener-bener kangen sosok ibu seperti dia. Sebenarnya aku bisa merasakan sosok ibu seperti itu jika aku berkumpul denga sanak saudara dari kelurga ibuku, tapi sayang lokasi jauh dan selalu dihalang-halangi oleh bapakku sendiri. Sedih.. yeah it’s complicated kalo boleh dibilang dalam english😀 . Sekali lagi aku ingin pulang, aku rindu sekali dengan rumah yang benar-benar rumah. Real home.😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s